![]() |
| Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 12 Semester 2: Qanun Asasi |
Hi, sahabat!
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan materi Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 12 Semester 2: Qanun Asasi. Yuk simak selengkapnya berikut ini!
Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 12 Semester 2 tentang Qanun Asasi
A. Pengertian Qanun Asasi
1. Secara Bahasa
Qanun (قانون) = aturan, undang-undang, pedoman.
Asasi (أساسي) = mendasar, pokok, fundamental.
Jadi secara bahasa, Qanun Asasi berarti aturan dasar atau undang-undang dasar.
2. Secara Istilah dalam NU
Qanun Asasi NU adalah dokumen dasar yang disusun oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada awal berdirinya NU (1926) yang berisi:
- Landasan akidah NU
- Prinsip keberagamaan
- Manhaj berpikir (metodologi)
- Spirit perjuangan
Qanun Asasi ini menjadi fondasi ideologis berdirinya Nahdlatul Ulama. Jika AD/ART merupakan struktur organisasi, maka Qanun Asasi adalah ruh dan falsafahnya.
B. Latar Belakang Lahirnya Qanun Asasi
Qanun Asasi lahir dalam konteks:
1. Munculnya gerakan purifikasi (anti mazhab, anti tradisi).
2. Situasi politik Hijaz (Arab Saudi) yang mengancam praktik mazhab dan tradisi.
3. Kebutuhan membela ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Maka KH. Hasyim Asy’ari menyusun Qanun Asasi sebagai pedoman agar NU tidak kehilangan arah.
C. Dalil-Dalil Al-Qur’an dalam Qanun Asasi
Walaupun Qanun Asasi bukan kitab tafsir, isinya sarat dengan landasan Qur’ani. Beberapa prinsipnya bersandar pada ayat-ayat berikut:
1️. Berpegang Teguh pada Agama
“Berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai.” QS. Ali Imran: 103
Ayat ini menjadi dasar atas nilai-nilai persatuan umat dan organisasi sebagai sarana menjaga ukhuwah.
2️. Mengikuti Jalan Mayoritas Umat
“Barangsiapa menentang Rasul dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin...” QS. An-Nisa: 115
Ayat ini menjadi dasar untuk mengikuti jalan mayoritas ulama (sawadul a’zham), dan mempertegas pentingnya sanad keilmuan.
3️. Ta’at kepada Ulil Amri
“Taatilah Allah, Rasul, dan ulil amri di antara kamu.” QS. An-Nisa: 59
Ayat ini menjadi dasar atas nilai-nilai ketaatan pada pemerintah yang sah, dan prinsip stabilitas dan kemaslahatan.
4️. Prinsip Musyawarah
“Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka.” QS. Asy-Syura: 38
Ayat ini menjadi dasar atas prinsip organisasi NU.
D. Dalil Hadis yang Menjadi Landasan Qanun Asasi
1️. Hadis tentang Mengikuti Jamaah
“Hendaklah kalian mengikuti jamaah, karena sesungguhnya tangan Allah bersama jamaah.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi dasar atas pentingnya organisasi dan menolak sikap menyendiri yang memecah umat.
2️. Hadis tentang Mengikuti Sunnah dan Khulafaur Rasyidin
“Berpeganglah pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin...” (HR. Abu Dawud)
Hadis ini menjadi dasar untuk mengikuti manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
3️. Hadis tentang Ulama Pewaris Nabi
“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi dasar pentingnya otoritas ulama dan kepemimpinan keilmuan.
E. Prinsip-Pokok Qanun Asasi NU
Qanun Asasi menegaskan bahwa NU berpegang pada:
1️. Akidah
Dalam bisang akidah, Nahdlatul Ulama mengikuti Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi.
2️. Fiqih
Dalam bidang fikih, Nahdlatul Ulama mengikuti salah satu dari empat mazhab: Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan Hanbali. Di Indonesia dominan Syafi’i.
3️. Tasawuf
Dalam bidang tasawuf, Nahdlatul Ulama mengikuti Imam Al-Junaid Al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali. Tasawuf yang dipraktikan Nahdlatul Ulama bersifat moderat, bukan ekstrem.
F. Nilai-Nilai Qanun Asasi NU
Nilai-nilai Qanun Asasi Nahdlatul Ulama yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan beragama antara lain
1️. Tawassuth (Moderasi)
Nahdlatul Ulama berdiri di tengah yaitu tidak ekstrem kiri atau kanan, serta tidak liberal, tidak radikal.
2️. Tasamuh (Toleransi)
Nahdlatul Ulama menghargai perbedaan baik antar mazhab, agama, ataupun budaya.
3️. Tawazun (Keseimbangan)
Nahdlatul Ulama mengdepankan hidup yang seimbang antara: dunia & akhirat, akal & wahyu, ataupun tradisi & pembaruan.
4️. I’tidal (Tegak Lurus & Adil)
Nahdlatul Ulama konsisten pada prinsip keadilan dan kebenaran.
5️. Ukhuwah (Rasa Persaudaraan)
Nahdlatul Ulama mengembangkan: Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah.
6️. Menghormati Tradisi (Al-Muhafazhah ‘ala al-Qadim ash-Shalih)
Nahdlatul Ulama memelihara prinsip: “Memelihara tradisi lama yang baik, dan mengambil hal baru yang lebih baik.” Hal ini menjadi ruh Qanun Asasi.
G. Relevansi Qanun Asasi di Era Modern
Qanun Asasi Nahdlatul Ulama memiliki relevansi dengan kehidupan era modern karena:
- Menjadi benteng dari radikalisme.
- Menjadi dasar moderasi beragama.
- Menjadi fondasi Islam Nusantara.
- Menjadi rujukan ideologis NU sampai hari ini.
Kesimpulan:
Qanun Asasi adalah:
- Konstitusi ideologis NU.
- Landasan akidah Aswaja.
- Pedoman organisasi dan perjuangan.
- Manifesto moderasi Islam di Indonesia.
Ia berdiri di atas Dalil Al-Qur’an, Dalil Hadis, Tradisi ulama salaf, dan Ijtihad KH. Hasyim Asy’ari.
Semoga bermanfaat!
Terima kasih.

Posting Komentar
"Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Kami berharap Anda dapat memberikan saran, kritik, ataupun dukungan yang positif dan membagun agar kami dapat melakukan perbaikan pada artikel blog kami."