Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 10 Semester 2: Tawasul & Istighosah

    Hi, sahabat!
    Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan materi tentang Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 10 Semester 2 tentang Tawasul & Istighosah. Yuk simak selengkapnya berikut ini!

    Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 10 Semester 2 tentang Tawasul & Istighosah


    1. Pengertian Tawasul

    A. Secara Bahasa (Etimologis)
    Kata tawasul (التوسل) berasal dari kata وَسِيلَة (wasīlah) yang berarti “perantara, jalan untuk mendekat, atau sesuatu yang mengantarkan kepada tujuan.”
    Allah berfirman:
    "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (perantara) untuk mendekat kepada-Nya." (QS. Al-Ma’idah: 35)
    Secara bahasa, tawasul berarti “mengambil perantara untuk mencapai sesuatu.”

    B. Secara Istilah (Terminologis)
    Secara istilah syar’I, tawasul adalah berdoa kepada Allah dengan menyebut suatu perantara yang dicintai Allah, agar doa lebih mudah dikabulkan.
    Perantara itu bisa berupa: nama dan sifat allah, amal saleh, doa orang saleh, dan kedudukan nabi atau wali. 
    Inti dari tawasul adalah yang dimintai tetap Allah, perantara hanya sebab.

    2. Bentuk-Bentuk Tawasul

    Para ulama Ahlussunnah membagi tawasul menjadi beberapa bentuk:
    1. Tawasul dengan Asmaul Husna (Disepakati Boleh)
    Dalil: "Dan Allah memiliki Asmaul Husna, maka berdoalah dengan menyebut nama-nama-Nya." (QS. Al-A’raf: 180)
    Contoh:
    Ya Rahman, sayangi aku
    Ya Ghafur, ampuni aku
    Ini bentuk tawasul paling utama.

    2️. Tawasul dengan Amal Saleh (Disepakati Boleh)
    Dalil hadis sahih tentang tiga orang yang terjebak di gua (HR. Bukhari-Muslim). Mereka bertawasul dengan amal ikhlas masing-masing hingga batu terbuka.
    Contoh:
    Ya Allah, jika aku melakukan ini karena-Mu, maka kabulkanlah.

    3️. Tawasul dengan Doa Orang Saleh (Disepakati Boleh)
    Contoh:
    Para sahabat meminta Nabi ﷺ mendoakan mereka. Setelah Nabi wafat, Umar bin Khattab bertawasul dengan doa Abbas: "Ya Allah, dahulu kami bertawasul kepada-Mu dengan Nabi kami, kini kami bertawasul dengan paman Nabi kami." (HR. Bukhari)
    Artinya: meminta doa orang saleh itu dibolehkan.

    4️. Tawasul dengan Kedudukan Nabi/Wali (Diperdebatkan)
    Contoh:
    Ya Allah, dengan kemuliaan Nabi-Mu, kabulkanlah doaku.
    Sebagian ulama membolehkan (jumhur ulama Syafi’iyah, Malikiyah, sebagian Hanabilah).
    Sebagian lain tidak membolehkan setelah wafatnya Nabi (pendapat sebagian ulama).

    3. Pengertian Istighosah

    A. Secara Bahasa
    Istighosah (استغاثة) berasal dari kata غَوْث (ghauts) yang berarti: pertolongan, dan bantuan saat darurat. Istighosah berarti meminta pertolongan ketika dalam kesulitan besar.

    B. Secara Istilah
    Istighosah adalah memohon pertolongan kepada Allah dalam keadaan genting, atau melalui perantara yang diizinkan syariat.
    Dalil Qur’an:
    "Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan (tastaghitsuna) kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan." (QS. Al-Anfal: 9)

    4. Hukum Tawasul & Istighosah

    A. Hukum Tawasul
    Boleh (bahkan dianjurkan), jika:
    Dimintakan kepada Allah
    Perantara tidak diyakini punya kekuatan mandiri
    Tidak mengandung kesyirikan
    Dalil:
    1️. QS. Al-Ma’idah: 35 (perintah mencari wasilah)
    2️. Hadis tiga orang dalam gua
    3️. Hadis tawasul Umar dengan Abbas

    B. Hukum Istighosah
    Istighosah terbagi dua:
    1️. Istighosah kepada Allah → WAJIB
    Contoh: Ya Allah tolong aku.
    Dalil: QS. Al-Anfal: 9

    2️. Istighosah kepada makhluk
    Hukumnya: BOLEH
    Jika makhluk itu hidup dan mampu secara fisik.
    Contoh: “Tolong saya!” kepada orang di samping kita.
    Dalil:
    "Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya..." (QS. Al-Qashash: 15)

    Hukumnya: HARAM
    Jika meyakini makhluk memiliki kekuatan gaib mandiri seperti Tuhan.

    5. Bacaan Tawasul & Istighosah (Beserta Tujuan/Fadhilah)

    A. Contoh Bacaan Tawasul
    1️. Tawasul Umum
    اللهم إني أسألك وأتوسل إليك بنبيك محمد
    Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawasul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad.
    Tujuan:
    Mengharap keberkahan
    Memperkuat harapan dalam doa

    2️. Tawasul dengan Amal
    اللهم إن كنت فعلت ذلك ابتغاء وجهك فافرج عنا
    Ya Allah, jika aku melakukan ini demi-Mu, maka lapangkanlah kesulitanku.

    Fadhilah:
    Doa lebih khusyuk
    Mengingat amal ikhlas

    B. Bacaan Istighosah
    1️. Istighosah kepada Allah
    يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث
    Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. (HR. Tirmidzi)

    Fadhilah:
    Doa ketika gelisah
    Menguatkan tawakal

    2️. Istighosah dalam Tradisi Jamaah
    Biasanya dibaca:
    يا الله يا الله يا الله
    يا غوث أغثنا
    Maknanya:
    Memohon pertolongan kepada Allah semata.

    Tujuan:
    Menenangkan hati
    Menguatkan iman kolektif
    Memohon keselamatan

    Kesimpulan:
    Tawasul = mencari perantara dalam berdoa kepada Allah.
    Istighosah = meminta pertolongan saat genting.
    Selama yang dimintai tetap Allah → tidak syirik.
    Dalilnya ada dalam Qur’an dan hadis sahih.
    Tujuan utamanya: mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat tawakal, dan mengharap keberkahan.

    Semoga bermanfaat!
    Terima kasih. 

    Post a Comment

    "Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Kami berharap Anda dapat memberikan saran, kritik, ataupun dukungan yang positif dan membagun agar kami dapat melakukan perbaikan pada artikel blog kami."

    Lebih baru Lebih lama