Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 10 Semester 2: Meneladani KH. R. Asad Syamsul Arifin

    Hi, sahabat!
    Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan materi Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 10 Semester 2 tentang Meneladani KH. R. Asad Syamsul Arifin. Yuk simak selengkapnya berikut ini!

    Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 10 Semester 2 tentang Meneladani KH. R. Asad Syamsul Arifin


    A. Biografi KH. R. As’ad Syamsul Arifin

    KH. Raden As’ad Syamsul Arifin lahir tahun 1897 di Mekkah (Arab Saudi sekarang) dan meninggal dunia pada 4 Agustus 1990 di Situbondo, Jawa Timur pada usia 93 tahun. Beliau dikenal sebagai ulama besar Indonesia, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, tokoh penting Nahdlatul Ulama, dan pejuang kemerdekaan yang kemudian diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 2016 oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 90/TK/Tahun 2016.
    Beliau juga dikenal dengan sebutan “Kesatria Kuda Putih” karena pernah memimpin pasukan sambil menunggang kuda putih.

    B. Pendidikan dan Pembentukan Keilmuan

    KH. Raden As’ad Syamsul Arifin muda dibawa orang tuanya kembali ke Indonesia dan kemudian menimba ilmu di berbagai pesantren besar Nusantara, antara lain:
    • Pondok Pesantren Banyuanyar (Pamekasan, Madura)
    • Madrasah as-Sawlatiyah (di Mekkah)
    • Pesantren Sidogiri di Pasuruan
    • Pesantren Siwalan Panji di Sidoarjo
    • Pesantren Kademangan di Bangkalan
    • Pesantren Tebuireng di Jombang
    Semua ini membentuk beliau menjadi ulama yang tidak hanya mendalam dalam ilmu agama, tetapi sekaligus faham praktik sosial dan strategis organisasi keislaman. Pendidikan beliau menggabungkan tradisi pesantren salaf dengan pemahaman yang luas tentang realitas sosial dan pergerakan umat.

    C. Karya-Karya KH. Raden As’ad Syamsul Arifin

    KH As’ad Syamsul Arifin tidak hanya dikenal sebagai ulama praktis dan pejuang, tetapi juga sebagai penulis. Beberapa karya beliau antara lain berupa kitab/karya ilmiah di bidang:
    • Akidah dan tafsir
    • Fikih dan muamalah
    • Sejarah dan narasi keulamaan
    • Sastra keagamaan
    • Amaliah dan wirid-wirid
    Misalnya “Tsalats Risail”, karya yang berbahasa Arab dan Indonesia, serta lainnya yang mencerminkan pemahaman klasikal pesantren terhadap agama Islam.

    D. Model Dakwah dan Kepemimpinan

    1. Dakwah Berbasis Pesantren
    KH. Raden As’ad Syamsul Arifin menekankan dakwah yang:
    • Berakar kuat pada ilmu pesantren (sanad, tradisi keilmuan)
    • Menggabungkan ilmu dan amal nyata
    • Menjaga kesinambungan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)
    • Model dakwah beliau bukan semata ceramah, tapi pembentukan kader ulama dan umat melalui pendidikan berkesinambungan di pesantren dan lembaga-lembaga pembelajaran. 

    2. Dakwah dan Perjuangan
    KH. Raden As’ad Syamsul Arifin tidak hanya berdakwah secara ruhani, tapi juga dalam realitas social yaitu dengan:
    • Mengorganisir barisan pejuang (Pelopor)
    • Mengajak santri dan masyarakat untuk aktif dalam perlawanan terhadap penjajahan Jepang dan Belanda
    • Mengirim pasukan santri ke medan pertempuran strategis seperti Surabaya pada 10 November 1945
    Strategi ini menunjukkan pendekatan dakwahnya yang bersentuhan langsung dengan realitas kemerdekaan dan arebbuk negere (merebut negara).

    E. Peran Dalam Pendirian Nahdlatul Ulama dan Siyasah

    1. Wasit/Nadi Pendirian NU
    Beliau mempunyai peran krusial dalam proses ru’yah dan pendirian NU pada 31 Januari 1926. Beliau dipercaya oleh gurunya KH Kholil Bangkalan untuk menyampaikan isyarat berupa tongkat dan tasbih kepada KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng sebagai tanda restu pendirian organisasi jam’iyah ulama yang kemudian berkembang menjadi NU, organisasi ulama terbesar di Indonesia. Karena itu beliau disebut sebagai salah satu dari “tiga serangkai wasilah berdirinya NU” selain KH Kholil dan KH Hasyim Asy’ari.

    2. Peran Politik (Siyasah) dalam NU
    Beliau aktif berperan dalam arah politik sosial NU. Pada masa penerapan asas tunggal Pancasila pada awal 1980-an, beliau bersama tokoh ulama NU lain mendukung penerimaan Pancasila sebagai asas NU secara bijak demi menjaga keutuhan NKRI, meskipun sempat mendapat tekanan dan ancaman. Beliau juga berpartisipasi dalam Munas Alim Ulama dan Muktamar NU untuk kembali menegaskan Khittah 1926 yang menempatkan ulama sebagai pemimpin organisasi. Ini menunjukkan political engagement beliau selaras dengan prinsip Islam Nusantara: berkontribusi bagi kebaikan umat dan negara tanpa keluar dari garis syariat.

    F. Jasa dan Peran Bagi Indonesia

    1. Perjuangan Kemerdekaan
    • Memimpin pasukan melawan penjajah Jepang dan Belanda
    • Berhasil mengamankan senjata musuh dan ikut aktif dalam pertempuran Surabaya
    • Mengorganisasi barisan santri dan masyarakat untuk turut serta dalam revolusi fisik
    • Peran ini menjadikannya bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. 

    2. Pendidikan dan Kaderisasi
    • Beliau tak hanya menegakkan pesantren, tetapi juga memperluas sistem Pendidikan dari SD sampai Ma’had Aly
    • Menanamkan semangat cinta tanah air, ilmu, dan akhlak luhur dalam santri
    • Pesantren yang beliau pimpin menjadi pusat pembentukan umat dan kader ulama yang tersebar di berbagai daerah.

    3. Pengokohan NU dan Keutuhan NKRI
    • Menjadi mustasyar (penasihat tertinggi) PBNU hingga akhir hayatnya
    • Memperjuangkan Khittah NU dan penerimaan Pancasila sebagai asas organisasi
    • Menjaga NU tetap berperan sebagai organisasi ulama yang moderat dan berwawasan kebangsaan.

    Kesimpulan:
    KH. R. As’ad Syamsul Arifin adalah:
    • Ulama besar dan pejuang bangsa Indonesia
    • Tokoh penting dalam pendirian dan perkembangan Nahdlatul Ulama
    • Pendidik dan pembimbing ribuan santri yang berdampak luas
    • Pejuang yang menggabungkan dakwah, pendidikan, dan aksi sosial politik (siyasah) demi agama dan negara
    • Pahlawan Nasional Indonesia yang jasanya diakui secara resmi

    Beliau menunjukkan bahwa ulama tidak hanya berdakwah secara spiritual, tetapi juga aktif membela negeri, memimpin umat, serta mengokohkan moderasi dan kebangsaan dalam konteks Islam Nusantara.


    Post a Comment

    "Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Kami berharap Anda dapat memberikan saran, kritik, ataupun dukungan yang positif dan membagun agar kami dapat melakukan perbaikan pada artikel blog kami."

    Lebih baru Lebih lama