![]() |
| Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Hukum Kirim Pahala Bagi Orang Yang Meninggal Dunia |
Hi, sahabat!
Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan materi Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Hukum Kirim Pahala Bagi Orang Yang Meninggal Dunia. Yuk simak selengkapnya berikut ini!
Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Hukum Kirim Pahala Bagi Orang Yang Meninggal Dunia
A. Pengertian Kirim Pahala dan Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal
a. Secara Bahasa
Kirim pahala berarti menghadiahkan atau menyampaikan pahala suatu amal kepada orang lain.
Doa berarti permohonan kepada Allah SWT.
b. Secara Istilah
Kirim pahala adalah menghadiahkan pahala amal ibadah (seperti doa, sedekah, bacaan Al-Qur’an, dan lainnya) kepada orang yang telah meninggal dunia, dengan harapan Allah menyampaikan pahala tersebut kepadanya.
Adapun doa untuk orang meninggal adalah permohonan kepada Allah agar memberikan ampunan, rahmat, kelapangan kubur, dan keselamatan akhirat bagi si mayit.
B. Hakikat Kirim Pahala
Hakikat kirim pahala bukanlah “memindahkan pahala” secara otomatis, tetapi:
- Pahala tetap milik orang yang beramal.
- Kemudian ia memohon kepada Allah agar pahala amal tersebut diberikan juga kepada si mayit.
- Allah-lah yang berhak menerima, menolak, atau melipatgandakannya.
Jadi ini bukan transaksi manusia, melainkan bentuk doa dan tawassul amal kepada Allah SWT.
C. Dasar Hukum (Dalil Al-Qur’an dan Hadis)
a. Dalil dari Al-Qur’an
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) berkata: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…’” (QS. Al-Hasyr: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang masih hidup diperintahkan mendoakan orang yang telah wafat.
“Mohonlah ampunan untuk dosamu dan untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)
Ayat ini bersifat umum, mencakup yang hidup maupun yang sudah wafat.
“…Dan orang-orang yang beriman dan diikuti oleh keturunannya dalam keimanan, Kami hubungkan keturunan mereka dengan mereka…” (QS. At-Thur: 21)
Sebagian ulama memahami ayat ini sebagai dalil bahwa amal dan kebaikan bisa memberi manfaat lintas generasi.
b. Dalil dari Hadis
1. Hadis tentang Sedekah untuk Orang Tua
Dari Aisyah RA:Seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku meninggal mendadak dan belum sempat berwasiat. Apakah ia mendapat pahala jika aku bersedekah atas namanya?” Nabi menjawab: “Ya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini dalil tegas bahwa sedekah yang diniatkan untuk mayit sampai dan bermanfaat.
2️. Hadis tentang Haji untuk Orang Tua
“Berhajilah untuk ayahmu.” (HR. Bukhari)
Ini menunjukkan bahwa ibadah badaniyah tertentu bisa diwakilkan.
3️. Hadis tentang Doa Anak Shalih
“Jika manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: 1. Sedekah jariyah, 2. Ilmu yang bermanfaat, 3. Anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwa doa orang hidup sampai kepada mayit.
D. Pendapat Ulama tentang Kirim Pahala
Mayoritas ulama Ahlus Sunnah (Hanafiyah, Hanabilah, sebagian Malikiyah dan Syafi’iyah) berpendapat: “Pahala amal dapat dihadiahkan kepada mayit dan sampai kepadanya, selama diniatkan dan dimohonkan kepada Allah.”
Imam Nawawi menjelaskan bahwa “Doa dan sedekah sampai secara ijma’”.
Tentang bacaan Al-Qur’an, mayoritas ulama juga membolehkan dan sampai menurut pendapat yang kuat.
E. Macam-Macam Kirim Pahala
Berikut bentuk-bentuk kirim pahala yang dikenal dalam fiqh:
1. Doa
Kirim pahala dapat diwujudkan dengan membaca doa khusus untuk mayit, seperti doa setelah shalat, dan doa saat ziarah kubur. Ini bentuk paling utama dan disepakati sampai.
2️. Sedekah
Sedekah untuk orang yang sudah meninggal dapat berupa: memberikan makanan, wakaf, infaq, pembangunan masjid, sumur, pesantren, dll. Ini termasuk yang paling kuat dalilnya.
3️. Membaca Al-Qur’an
Pahala dari membaca Al-Quran dapat ditujukan kepada orang yang meninggal. Misalnya, membaca surat Yasin, Tahlil, Khataman, atau Surat tertentu. Kemudian pahalanya dihadiahkan kepada mayit.
4️. Ibadah Badaniyah yang Diwakilkan
Ibadah Badaniyah yang belum sempat dilaksanakan oleh orang yang telah meninggal dapat juga diwakilkan dan pahalanya ditujukan kepada orang yang telah meninggal tersebut, seperti Haji, Umrah, Puasa nazar. Hal ini didasarkan pada hadis shahih.
5️. Dzikir dan Shalawat
Umat Islam juga dapat mengirimkan pahala kepada orang yang telah meninggal dengan membaca dzikir dan shalawat, seperti tahlil, tasbih, tahmid, dan shalawat. Hal ini tentunya pahalanya diiniatkan dan dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal.
F. Hikmah Kirim Pahala
Adapun hikmah yang diperoleh umat Islam yang berkirim pahala dan doa kepada orang yang telah meninggal antara lain:
1. Bentuk Bakti kepada Orang Tua
Walaupun sudah wafat, hubungan anak dan orang tua tidak terputus. Jadi, sebagai bentuk bakti kepada orang tua, umat Islam dapat mengirimkan pahala dan doa kepada mereka.
2. Menumbuhkan Kepedulian Spiritual
Mengirimkan pahala dan doa menjadikan umat Islam sadar bahwa hidup ini sementara.
3. Menguatkan Ukhuwah Islamiyah
Melalui kegiatan berkirim pahala dan doa lintas generasi dapat membangun solidaritas umat Islam.
4. Mengingatkan Kematian
Setiap kali umat Islam berkirim pahala atau doa kepada anggota keluarga, kerabat dekat, atau teman sejawat mereka yang telah meninggal, mereka pada hakikatnya diingatkan bahwa suatu saat mereka juga akan didoakan.
5. Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Hakikat dari berkirim pahala dan doa adalah umat Islam sedang beramal, berdoa, dan bertawassul dengan amal yang ditujukan untuk anggota keluarga, kerabat dekat, atau teman sejawat mereka yang telah meninggal.
Kesimpulan:
Secara umum:
- Doa untuk orang yang sudah meninggal hukumnya sunnah dan disepakati manfaatnya.
- Sedekah atas nama mayit hukumnya boleh dan sampai pahalanya.
- Mayoritas ulama membolehkan kirim pahala bacaan Al-Qur’an dan dzikir.
- Tidak boleh disertai keyakinan bahwa selain Allah yang memberi pahala.
Semoga bermanfaat!
Terima kasih.

Posting Komentar
"Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Kami berharap Anda dapat memberikan saran, kritik, ataupun dukungan yang positif dan membagun agar kami dapat melakukan perbaikan pada artikel blog kami."