Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Peran Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama


    Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Peran Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama



    Hi, sahabat!
    Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan materi Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Peran Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama. Yuk simak selengkapnya berikut ini!

    Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Peran Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama


    1. KH. ACHMAD SIDDIQ (1926–1991)

    a. Biografi Singkat
    KH. Achmad Siddiq lahir di Jember, Jawa Timur, 24 Januari 1926. Beliau adalah putra dari KH. Siddiq, ulama berpengaruh di Jember. Beliau belajar di berbagai pesantren besar, termasuk di Tebuireng. Selain itu, beliau dikenal sebagai ulama yang berpikir mendalam, tenang, dan konseptual. Beliau wafat pada 23 Januari 1991. Kemudian, beliau dikenal sebagai ulama yang lebih banyak bekerja di balik layar, tetapi pengaruh pemikirannya sangat besar.

    b. Peran dan Jasa
    1) Penggagas “Khittah 1926”
    KH. Achmad Siddiq adalah arsitek utama kembalinya NU ke Khittah 1926 pada Muktamar NU Situbondo (1984). Khittah 1926 berarti: 1) NU kembali menjadi organisasi sosial-keagamaan, 2) Tidak terlibat langsung dalam politik praktis, dan 3) Fokus pada dakwah, pendidikan, dan sosial. Ini keputusan monumental yang mengubah arah NU.

    2) Perumus Konsep Hubungan Islam dan Pancasila
    KH. Achmad Siddiq berperan besar dalam: Menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Islam, dan Menguatkan posisi NU menerima Pancasila sebagai asas tunggal.
    Selain itu, beliau juga merumuskan Pancasila sebagai “kalimatun sawa’” (titik temu) bangsa Indonesia. Konsep ini menenangkan ketegangan ideologis pada era Orde Baru.

    3) Rais ‘Aam PBNU
    KH. Achmad Siddiq pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU (1984–1991). Beliau menjadi figur pemersatu dan penjaga arah ideologis NU.

    2️. KH. SAIFUDDIN ZUHRI (1919–1986)

    a. Biografi Singkat
    KH. Saifuddin Zuhri lahir di Banyumas, 1 Oktober 1919. Beliau adalah santri dan aktivis muda NU sejak masa penjajahan. Selain itu, beliau aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Beliau wafat 25 Februari 1986. Beliau dikenal sebagai ulama sekaligus negarawan.

    b. Peran dan Jasa
    1) Menteri Agama RI
    KH. Saifuddin Zuhri pernah menjabat sebagai Menteri Agama (1962–1967). Di masa jabatannya, beliau berupaya:
    • Mengembangkan pendidikan agama.
    • Menguatkan madrasah dalam sistem pendidikan nasional.
    • Mengawal keberadaan Kementerian Agama di masa transisi politik.

    2. Tokoh NU dan Nasionalis
    KH. Saifuddin Zuhri termasuk generasi NU yang aktif dalam perjuangan fisik melawan penjajah, dan terlibat dalam perumusan kebijakan negara.

    3. Penulis Sejarah NU
    KH. Saifuddin Zuhri menulis buku penting berjudul “Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia” Buku ini menjadi referensi penting sejarah NU.

    3️. KH. MACHRUS ALI (1920–2009)

    a. Biografi Singkat
    KH. Machrus Ali lahir di Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Selain itu, beliau dikenal sebagai ulama karismatik dengan pengaruh besar di kalangan pesantren. Beliau wafat 2009.

    b. Peran dan Jasa
    1) Penjaga Tradisi Pesantren
    KH. Machrus Ali memperkuat: Sistem pendidikan salaf, Tradisi kitab kuning, dan Penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Pesantren Lirboyo berkembang menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia.

     2) Rais Aam PBNU
    KH. Machrus Ali pernah menjabat Rais Aam PBNU (1992–1999). Beliau menjadi figur penyeimbang ketika NU memasuki era reformasi.

     3) Peneguh Ahlussunnah wal Jamaah
    KH. Machrus Ali dikenal tegas menjaga manhaj Aswaja:
    • Dalam akidah (Asy’ari-Maturidi)
    • Dalam fiqh (empat mazhab)
    • Dalam tasawuf (Junaid al-Baghdadi dan al-Ghazali)

    4️. KH. SAMI’UN (TOKOH NU REMBANG)

    a. Biografi Singkat
    KH. Sami’un adalah ulama kharismatik dari Rembang yang berperan besar dalam perkembangan NU di wilayah Pantura Jawa Tengah. Beliau dikenal sebagai: Ulama pesantren, Penggerak dakwah NU di daerah, dan Tokoh pendidikan Islam. 

    b. Peran dan Jasa
    1) Penguatan NU di Daerah
    KH. Sami’un membesarkan: Struktur NU tingkat cabang, Pendidikan madrasah, dan Kegiatan keagamaan berbasis Aswaja. 

    2) Dakwah Tradisionalis
    KH. Sami’un mempertahankan amaliyah NU, seperti Tahlil, Yasinan, Manaqiban, dan Tradisi keagamaan local.  Beliau termasuk penjaga Islam Nusantara di tingkat akar rumput.

    5️. KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) (1940–2009)

    a. Biografi Singkat
    KH. Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, 7 September 1940. Beliau merupakan cucu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Beliau adalah putra KH. Wahid Hasyim (Menteri Agama RI). Beliau sempat belajar di Mesir dan Irak. Beliau wafat 30 Desember 2009.

    b. Peran dan Jasa
    1) Ketua Umum PBNU (1984–1999)
    KH. Abdurrahman Wahid mengubah wajah NU menjadi: organisasi inklusif, terbuka terhadap demokrasi, dan pro-pluralisme. Beliau memperkuat NU sebagai kekuatan sipil masyarakat.

    2) Presiden RI ke-4 (1999–2001)
    Sebagai presiden, KH. Abdurrahman Wahid: 
    • Membuka ruang demokrasi pasca-Orde Baru.
    • Menghapus diskriminasi terhadap Tionghoa.
    • Menjadikan Imlek hari libur nasional (kemudian ditetapkan resmi di era berikutnya).
    • Mendorong kebebasan pers.

    3) Pelopor Pluralisme dan Toleransi
    KH. Abdurrahman Wahid dikenal sebagai “Bapak Pluralisme Indonesia”. Beliau memperjuangkan: hak minoritas, kebebasan beragama, dan dialog antariman. 

    4. Reformator NU
    KH. Abdurrahman Wahid berupaya:
    • Menguatkan Khittah 1926.
    • Mengembalikan NU sebagai gerakan sosial-keagamaan.
    • Mendorong lahirnya generasi intelektual NU.

    Kesimpulan:
    • KH. Achmad Siddiq → Arsitek ideologis NU (Khittah & Pancasila).
    • KH. Saifuddin Zuhri → Ulama-negara, penguat pendidikan agama.
    • KH. Machrus Ali → Penjaga tradisi pesantren & Aswaja.
    • KH. Sami’un → Penggerak NU di tingkat daerah.
    • KH. Abdurrahman Wahid → Reformator NU & negarawan pluralis.
    Mereka semua menunjukkan bahwa NU bukan hanya organisasi keagamaan, tapi kekuatan moral dan kebangsaan.

    Semoga bermanfaat!
    Terima kasih. 

    Post a Comment

    "Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Kami berharap Anda dapat memberikan saran, kritik, ataupun dukungan yang positif dan membagun agar kami dapat melakukan perbaikan pada artikel blog kami."

    Lebih baru Lebih lama