Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama Yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional


    Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama Yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional 



    Hi, sahabat!
    Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan materi Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama Yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional. Yuk simak selengkapnya berikut ini!

    Aswaja NU SMA/MA/SMK Kelas 11 Semester 2: Ulama-Ulama Nahdlatul Ulama Yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional 

     A. Syarat Penetapan Gelar Pahlawan Nasional

    Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan, Penetapan Pahlawan Nasional diatur dalam: UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, PP No. 35 Tahun 2010, dan Peraturan Menteri Sosial terkait pengusulan dan verifikasi. 

    a. Pengertian Pahlawan Nasional
    Menurut UU No. 20 Tahun 2009, Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang kini menjadi NKRI, atau yang melakukan perbuatan kepahlawanan luar biasa bagi bangsa dan negara.

    b. Syarat Umum
    Seseorang dapat diusulkan sebagai Pahlawan Nasional jika:
    1. WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah Indonesia.
    2. Memiliki integritas moral dan keteladanan.
    3. Berjasa luar biasa bagi bangsa dan negara.
    4. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela.
    5. Berjuang tanpa pamrih.
    6. Sudah wafat.
    7. Memiliki dampak perjuangan yang luas dan berkelanjutan.

    c. Syarat Khusus
    1. Pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau politik.
    2. Melahirkan gagasan besar yang bermanfaat bagi negara.
    3. Memiliki konsistensi perjuangan.
    4. Pengaruhnya diakui secara nasional.

    Proses penetapan gelar pahlawan nasional, melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
    1. Usulan dari daerah
    2. Verifikasi akademik
    3. Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP)
    4. Rekomendasi Presiden
    5. Penetapan melalui Keputusan Presiden
    Jadi bukan sekadar tokoh besar — tapi melalui proses akademik dan administratif yang ketat.

    B. Ulama NU yang Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional

    Berikut ulama NU yang telah resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional:
    1️. KH. HASYIM ASY’ARI (1871–1947)
    KH. Hasyim Asy’ari adalah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (1926). Beliau berperan besar sebagai:
    • Pendiri NU.
    • Penggerak Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.
    • Mengobarkan semangat jihad mempertahankan kemerdekaan.
    • Menggerakkan santri melawan Belanda dan Sekutu.
    KH. Hasyim Asy’ari ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1964. Kontribusi utama beliau adalah Mengintegrasikan agama dan nasionalisme, dan Menegaskan bahwa membela NKRI adalah kewajiban agama.

    2️. KH. WAHID HASYIM (1914–1953)
    KH. Wahid Hasyim adalah putra KH. Hasyim Asy’ari. Beliau berperan besar sebagai: Anggota BPUPKI, Tokoh perumus Piagam Jakarta, dan Menteri Agama RI. Selain itu, beliau berjasa dalam Mengembangkan sistem pendidikan agama modern, dan Mengintegrasikan pesantren dalam sistem nasional. KH. Wahid Hasyim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tahun 1960.

    3️. KH. ABDUL WAHAB HASBULLAH (1888–1971)
    KH. Abdul Wahab Hasbullah merupakan salah satu tokoh pendiri NU bersama KH. Hasyim Asy’ari. Beliau berperan sebagai: Penggerak Nahdlatul Wathan, Inisiator berdirinya NU, serta Diplomat dan organisator ulung. Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2014. Beliau adalah otak pergerakan struktural NU.

    4️. KH. ZAINUL ARIFIN (1909–1963)
    KH. Zainul Arifin merupakan Tokoh NU dan pejuang kemerdekaan. Beliau berperan sebagai: Panglima Laskar Hizbullah, Wakil Perdana Menteri RI, dan Tokoh penting dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1963.

    5️. KH. IDHAM CHALID (1921–2010)
    KH. Idham Chalid merupakan Ketua Umum PBNU terlama dalam sejarah. Beiau berperan besar sebagai: Ketua DPR/MPR RI, Tokoh politik Islam era Orde Lama & Orde Baru, dan Penjaga stabilitas NU di masa sulit. Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2011.

    6. KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) (1940–2009)
    KH. Abdurrahman Wahid diitetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2014. Beliau berperan sebagai:
    • Ketua Umum PBNU.
    • Presiden RI ke-4.
    • Pelopor demokrasi dan pluralisme.
    • Pembela hak minoritas.
    Beliau membawa NU menjadi kekuatan moral bangsa.

     C. Ciri Khas Ulama NU yang Menjadi Pahlawan Nasional

    Berdasarkan peran dan jasanya bagi Indonesia, tokoh ulama Nahdlatul Ulama yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional memiliki ciri khas yaitu: 

    1. Menggabungkan agama dan nasionalisme.
    2. Membela NKRI sebagai bagian dari iman.
    3. Berjuang lewat pendidikan, diplomasi, dan perlawanan fisik.
    4. Moderat dan inklusif.
    5. Mengedepankan persatuan umat dan bangsa.

    D. Hikmah Meneladani Ulama NU sebagai Pahlawan Nasional

    Adapun hikmah meneladai Ulama-Ulama NU yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional di antaranya yaitu: 
    1️. Islam dan Nasionalisme Tidak Bertentangan
    Ulama-Ulama NU membuktikan bahwa Hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman).

    2️. Dakwah Tidak Harus Konfrontatif
    Ulama-Ulama NU menunjukkan bahwa perjuangan bisa melalui: pendidikan, organisasi, diplomasi, dan kebijakan negara. 

    3️. Ulama Harus Peduli Bangsa
    Ulama-Ulama NU tidak hanya mengajar kitab, tetapi juga mengurus negara, mengatur strategi perjuangan, dan memikirkan masa depan umat.

    4️. Moderasi Beragama
    Ulama-Ulama NU konsisten dalam berpegang teguh pada paham: Ahlussunnah wal Jamaah, Toleransi, dan Anti-ekstremisme. 

    5️. Keteladanan Moral
    Ulama-Ulama NU menunjukkan keteladanan moral dalam kehidupan berbangsa dan beragama diantaranya yaitu mereka hidup sederhana, ikhlas, konsisten, dan tidak mencari kekuasaan pribadi. 

    Kesimpulan:
    Penetapan ulama NU sebagai Pahlawan Nasional bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan bahwa:
    • Pesantren adalah benteng perjuangan bangsa.
    • Ulama berperan besar dalam kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.
    • NU bukan hanya organisasi keagamaan, tapi bagian dari fondasi NKRI.

    Semoga bermanfaat!
    Terima kasih. 

    Post a Comment

    "Terima kasih Anda telah mengunjungi blog kami. Kami berharap Anda dapat memberikan saran, kritik, ataupun dukungan yang positif dan membagun agar kami dapat melakukan perbaikan pada artikel blog kami."

    Lebih baru Lebih lama